Alasan Banyak Perempuan Indonesia Mau Jadi TKW di Hongkong
Seorang pramugari pesawat Cathay Pacific dengan nomor penerbangan CX 776 menawarkan makanan kepada para penumpang di salah satu bagian lorong kabin. “Chicken rice? pasta?” serunya dalam bahasa Inggris dan berselang-seling dalam bahasa Mandarin.
Nuning Adiyas Nugrahawati (25 tahun) dan Lukis Susanti (29) tidak menanggapi tawaran pramugari yang berwajah oriental tersebut. Tapi kemudian seorang penumpang pria yang duduk di sebelah mereka menanyakan keduanya, “Mbak-mbak mau makan apa? Nasi pakai ayam, atau pasta?”
“Ini gratis atau beli, Mas?” Santi, sapaan Susanti, yang duduk di pojok dekat jendela pesawat justru bertanya balik. Sementara Nuning yang duduk di antara Santi dan penumpang pria tersebut hanya diam, terlihat bingung.
“Ini gratis kok, Mbak,” jawab penumpang pria yang belum mereka kenal itu. Tapi ketiganya sama-sama orang Indonesia.
Setelah tahu makanan yang ditawarkan oleh pramugari itu gratis, Nuning dan Santi akhirnya memilih menu nasi ayam. Penumpang pria asing yang di sebelah mereka jadi jembatan komunikasi antara Nuning dan Santi dengan pramugari tersebut.
Selanjutnya, Nuning dan Santi juga mengambil minuman yang ditawarkan pramugari lainnya. Mereka pun mengambil masing-masing satu cup es krim Häagen-Dazs yang ditawarkan pramugari lainnya lagi.
Selain makan nasi ayam dan es krim, mereka juga menyantap buah potong dan roti yang diberikan pramugari selama berada di dalam pesawat dengan rute penerbangan Jakarta-Hong Kong tersebut.
Selesai makan, mereka berdua tidur dengan menutupi sebagian tubuh mereka dengan selembar kain berwarna-warni yang bahannya mirip selimut. Satu kain dipakai berdua.